Akibat Pasokan Over Di Bulan Juni, Pertamina Kurangi Kuota Gas Mukomuko

168 views

Share :

Gas-Elpiji-3-Kilogram (5)

MUKOMUKO , MMUNOL.COM – Sudah hampir satu minggu warga Kabupaten Mukomuko kembali mengalami kelangkahan gas Melon atau gas tiga Kilogramo (Kg) yang diperuntukan untuk warga miskin, di Kabupaten Mukomuko, Hal ini dikarenakan pasokan dari Kota Bengkulu yang disalurkan oleh agen mengalami pengurangan Dari Pertamina. Hal ini disampaikan Plt Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKopUKM) Mukomuko Nurdiana SE, M.Ap pada Senin, 24/07/2023.

Nurdiana mengatakan, pihaknya sudah langsung menghubungi agen gas untuk wilayah Kabupaten Mukomuko, CV Gresik dan CV Cahaya Bintang Lestari. Berdasarkan keterangan agen saat ini kendala terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) miliki Pertamina yang terjadi pengurangan pasokan ke Kabupaten Mukomuko, sama halnya dengan Kota Bengkulu.

“Kami sudah konfirmasi ke agen terkait kendala gas yang menjadi kebutuhan masyarakat ini mengalami kelangkahan, yang pastinya berdasarkan keterangan Agen tidak hanya di Mukomuko, Kota Bengkulupun mengalami kelangkahan, ” katanya.

Nurdiana menambahkan, berkaitan dengan hal tersebut pihak Pertamina Bengkulu, mengatakan penyaluran gas dari Pertamina ke agen tidak mengalami kendala, begitu juga ke pangkalan. Namun pada bulan Juni lalu terjadi over sekitar 6 persen dari target 100 persen menjadi 106 persen. Maka dari itu agar kebutuhan yang di tetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk Mukomuko sebanyak 4000 ton dalam satu tahun, dikhawatirkan kuota yang ada jika tidak dilakukan pengurangan tidak akan mampu bertahan sampai dengan bulan Desember mendatang.

“Kita ini ada dua agen, masing-masing agen mendapatkan 18.700 tabung yang akan di salurkan ke pangkalan. Dengan total 37.400 tabung dibagi 250 panggalan dalam satu bulan. Namun di Juni lalu angka tersebut melebih jumlah biasanya, ” sampainya.

Lanjutnya, maka dari itu diharapkan bagi pengusaha, dan warga yang tergolong mampu diharapkan tidak menggunakan gas melon ini. Kemudian juga kepada oknum pangkalan diminta untuk tidak menjual gas melon kepada pengecer dan menjual langsung gas ke warga, karena jika tidak kemungkinan kelangkaan ini akan terus terjadi.

Sebelumnya Seorang ibu rumah tangga Romiah (42) warga Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas tiga Kilogram sejak empat hari terakhir, jikapun ada harga akan tinggi mencapai Rp 38 ribu pertabung. Sudah beberapa pangkalan di Kecamatan Mukomuko gas kosong, dan pangkalan sendiri belum bisa memastikan kapan gas akan masuk.

“Sebenarnya memang sesuatu yang jarang ditemukan warga bisa beli gas di pangkalan. Namun mesti gimana lagi kami sudah cari ke warung-warung sudah tidak ada semua, “tandasnya. (rjh)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 0
  • 0
  • 54,554
  • 19,310