Bangun RPH, Rumah Produksi Pakan Dan Bangsal Paska Panen, Kadistan Mukomuko : Menjadi salah Satu Fokus Kita

13 views

Share :

Dinas-Pertanian-Mukomuko-1

MUKOMUKO, MMUNOL.COM – Saat ini Angka Inflasi Kabupaten Mukomuko mencapai 4,79 persen dengan angka IHK sebesar 107,04 melebihi angka inflasi Nasional sebesar 2,51 persen dalam satu tahun, dan untuk mencegah terjadi angka inflasi yang tinggi di Kabupaten Mukomuko, sebanyak 9 kelompok peternak sapi di Mukomuko dijadwalkan akan mendapatkan bantuan rumah produksi pakan ternak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pertanian (Distan) sebesar Rp 180 juta perunit.

Kepala Dinas Pertanian Pitriyani Ilyas S.Pt membenarkan sebagai upaya pengendalian inflasi harga di Mukomuko, 9 kelompok peternak yang akan mendapat bantuan rumah produksi pakan ternak, yang akan dilengkapi dengan alat produksi pakannya. Sehingga dapat memudahkan peternak sapi membuat pakan sendiri, yang diharapkan sapi bisa mendapatkan makanan yang mudah dicerna dan bergizi.

BACA JUGA : Warga Dusun Baru V Koto Demo PT Agromuko, Ancam Bakar Rumah Karyawan

“Peningkatan produksi hasil peternakan memang menjadi salah satu focus kita, dan juga bentuk kolaborasi penanganan inflasi, maka dari bantuan rumah produksi pakan beserta isinya ini sengaja disiapkan untuk menunjang pencapaian tersebut,”kata Pitriyani.

Pitriyani mengatakan, untuk kelompok penerima bantuan di Kecamatan Kota Mukomuko ada 2 kelompok, di Kecamatan Lubuk Pinang 2 kelompok, di Kecamatan Lubuk Sanai 1 kelompok,Kecamatan Sungai Rumbai 1 kelompok, Kecamatan Air Rami 1 kelompok, Kecamatan Ipuh 1 kelompok dan Malin Deman 1 kelompok, Kelompok penerima ini telah kami seleksi sebelum bisa mendapatkan bantuan, mulai dari jumlah ternak yang mereka miliki, selanjutnya ketersedian bahan pakan. Sehingga pada saat rumah pakan ini beroperasi tidak ada kendala,”ujarnya.

Untuk proses pelaksanaan pembangunan saat ini memasuki tahapan persiapan kontrak dengan rekanan, yang sesuai dengan jadwal pertengahan juli ini sudah mulai berjalan pembangunan fisik. Sembari fisik berjalan untuk perlengkapan mulai dari Chopper atau mesin pencacah pelepah sawit untuk pakan ternak, dan yang lainnya akan disiapkan dengan belanja menggunakan sistem e katalog. Sehingga proses dapat berjalan lancar sesuai dengan arahan pemerintah pusat, ” Sekarang persiapan kontrak dengan rekanan, yang nanti selesai kontrak kami minta mereka langsung bekerja, sembari kami membeli peralatan yang dibutuhkan dari rumah produksi pakan ternak tersebut,”terangnya.

Pitriyani juga menjelaskan, tidak hanya rumah produksi pakan ternak, Pemkab juga akan melaksanakan kegiatan rehabilitasi bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Pasar Sebelah Kota Mukomuko, serta pembangunan bangsal paska panen di Kecamatan Teramang Jaya dan Kecamatan Selagan Raya. khusus untuk pembangunan bangsal pasca panen di dua kecamatan itu, disediakan anggaran sekitar Rp 5,8 miliar. Pembangunan bangsal pascapanen panen di dua kecamatan itu, nantinya juga akan dilengkapi peralatan pengolahan komoditas hortikultura yang tentunya juga sebagai upaya peningkatan hasil produksi untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Mukomuko.

“Dari anggaran sebesar Rp 5,8 miliar. Anggaran pembangunan bangsal pascapanen untuk kelompok tani Tunas Muda Kecamatan Selaga Raya sebesar Rp 3,9 miliar dan kelompok tani Sekar Tanjung Kecamatan Teramang Jaya Rp 1,9 miliar,”terangnya.

Lanjutnya, seluruh bangunan dan peralatan yang diperutukan untuk kelompok diharapkan dapat dimanfaatkan serta dijaga oleh kelompok, sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang. Berkaitan hal tersebut penyuluh pertanian dilapangan akan membantu mengarahkan anggota kelompok dalam mengoperasikan bantuan tersebut. Jika nantinya didapati kelompok tidak menggunakan bantuan yang diberikan atau bahkan tidak merawatnya, maka kelompok akan dicoret dari calon penerima berikutnya jika ada bantuan dari pemerintah.

“Kami akan minta penyuluh damping kelompok untuk mengoperasikan bantuan, jika nantinya penyuluh mendapati bantuan tidak dirawat tentu kelompok tersebut tidak akan kami rekomendasikan lagi sebagai penerima bantuan,”tegas Pitriani. (rjh)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 0
  • 0
  • 54,554
  • 19,310