Regulasi Baru Berdampak Pada PAD 2024, Kabid Pendapatan I Tetap Optimis Capai Target

95 views

Share :

_IMG_000000_000000

MUKOMUKO, MMUNOL.COM – Adanya UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Di tahun ini akan mulai dijadikan produk hukum, yang turunannya Peraturan daerah (Perda). Dimana regulasi tersebut dapat menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun. Hal ini disampaikan oleh Kepala BKD Kabupaten Mukomuko melalui Kepala Bidang Pendapatan I, Deftri Maulana S.STP pada Selasa,16/01/2024.

Regulasi baru sangat berdampak pada pajak parkir, yang biasanya 30 persen masuk ke PAD. Tahun ini hanya 10 persen pajak parkir kendaraan yang bisa masuk dalam PAD.

“Dalam UU no 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, sebesar 30 persen pajak masuk ke PAD. Namun peraturan terbaru hanya 10 persen,”ujarnya.

Ia menambahkan, tarif pajak parkir tahun ini, sama dengan tarif pajak pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, dan pajak penerangan jalan sebesar 10 persen. Selain itu juga penerapan regulasi terbaru ini, menyebabkan terjadinya perubahan nomenklatur dari sebelumnya.

Lima jenis pajak, hotel, restoran, hiburan, parkir, dan penerangan jalan, terpisah. Tahun ini digabung menjadi pajak barang jasa tertentu (PBJT).
“Tarifnya semuanya sama sebesar 10 persen. Yang paling terken imbas, yaitu pengurangan pajak parkir,”sampainya.

Lanjutnya, Selain itu, jika sebelumnya setiap pajak daerah dan retribusi memiliki Perda masing-masing, tahun ini satu Perda akan mengatur tentang seluruh pajak dan retribusi. Berkaitan dengan regulasi terbaru yang mengatur tentang pajak dan retribusi ini. Nantinya akan disosialisasikan terlebih dahulu. Setelah menunggu Perda tentang pajak daerah dan retribusi yang masih dievaluasi Mendagri.

“Yang pastinya tahun ini mulai diterapkan. Saat ini Perdanya tengah dievaluasi Mendagri, setelah itu baru kita sosialisasikan kepada wajib pajak yang ada di Mukomuko,”terangnya.

Untuk realisasi pendapatan dari pajak parkir kendaraan tahun 2023 sebesar Rp336 juta, atau 224 persen dari target Rp150 juta, kemungkinan realisasi pendapatan dari pajak parkir kendaraan tahun 2024 tidak sampai sebesar itu. Karena jumlah persen yang berkurang.

“Meskipun demikian kita akan minta OPD terkait agar dapat memaksimalkan titik parkiran yang memiliki potensi di wilayah ini. Sehingga dengan bertambahnya titik parkir diharapkan dapat membantu pencapaian target PAD parkir nantinya, ”tandasnya. (bsm)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 12
  • 5
  • 38,462
  • 15,677