Tahun Ini, Ada Alokasi Penambahan Kuota Pupuk Subsidi Mukomuko, Kadistan : Tunggu SK Bupati

45 views

Share :

WhatsApp Image 2024-04-24 at 23.45.08

MUKOMUKO, MMUNOL.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko hingga saat ini masih menunggu draf Surat Keputusan (SK) Bupati Mukomuko tentang Alokasi dan HET Pupuk Subsidi berkaitan dengan kuota tambahan pupuk subsidi yang berhasil didapat Mukomuko menjelang, Musim Taman (MT) ll. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Pitriyani Ilyas S.Pt.

Sebelumnya Distan telah mengusulkan penambahan kuota pupuk subsidi yang masuk ke Mukomuko dikarenakan antisipasi meningkatnya kebutuhan menjelang memasuki MT II, “Atas usulan yang kami sampaikan disetujui oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk penambahan kuota pupuk, dan saat ini tinggal menunggu SK Bupati saja,”sampainya.

BACA JUGA : Pemkab Mukomuko Akan Bangun Jembatan Cinta Asih, Kadis Apriansyah : Pergantian Lantai Kayu Menjadi Plat Besi

Dijelaskan Pitriyani, alokasi pemkab mukomukompupuk bersubsidi yang diterima kabupaten Mukomuko pada tahun 2024 ini  hanya sebanyak 1.684 ton, mengalami penurunan hampir 50 persen dari tahun sebelumnya, yakni 2.600 ton. Maka dari beberapa waktu yang lalu karena untuk mengantisipasi kekurangan akhirnya usulan yang disampaikan pun diterima menjadi 3.161 ton yang terdiri dari 2 jenis. Dengan rincian sebelumnya kuota pupuk Urea 966 ton menjadi 1.700 ton, kemudian pupuk NPK sebanyak 1.461 ton, seluruhnya sudah siap didistribusikan ke kios pupuk sesuai permintaan.

“Kuota pupuk kita yang tadinya 2.600 ton saat ini menjadi 3.161 ton untuk kebutuhan satu tahun, yang pasti jika kios minta pupuk dapat didistribusikan. Sedangkan penggunaan kuota tambahan masih tunggu SK,”jelasnya.

Selain itu disampaikan Pitriyani, pengawasan terus dilakukan untuk mencegah munculnya keresahan yang ditimbulkan dari petani seperti mendapati pupuk langkah serta harga yang tinggi. Dimana hal tersebut mungkin saja bisa terjadi karena ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, “Pupuk ini menjadi kunci keberhasilan produksi hasil pertanian, maka dari itu jangan sampai akibat tidak mendapatkan pupuk produksi gabah di MT II dua nantu minim,”ujarnya.

Pitriyani menjelaskan, untuk ke 2 jenis pupuk subsidi tersebut memiliki Harga Enceran Tertinggi (HET) yaitu pupuk urea dengan HET, seharga Rp 2.250 perkilogram (Kg), pupuk NPK Rp2.300 perKg. HET ini berlaku bagi pembelian oleh petani di pengecer resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “HET ini di kios agen Pupuk subsidi resmi. Namun jika petani tidak beli di agen resmi yang sudah mendapatkan izin, kami tidak bisa pastikan harga penjualannya,”sampainya.

Lanjutnya, sesuai dengan jadwal musim tanam padi irigasi kiri Bendung Air Manjunto. Saat ini petani di Kecamatan Lubuk Pinang dan Kecamatan XIV Koto sudah hampir memasuki masa panen dan nantinya akan dilanjutkan untuk memasuki MT II. Sedangkan alokasi Pupuk subsidi di kios masih lancar petani bisa dengan mudah mendapatkannya, “Sejauah ini berdasarkan petugas kita dilapangan, tidak ada kendala. Petani sudah siap akan panen yang dilanjutkan MT II. Pupuk subsidinya pun telah kita siapkan untuk didistribusikan ke kios-kioas berizin. Agar bisa diakses oleh kelompok tani,”terangnya.

Sementara itu Wery (43) Petani Desa Lubuk Pinang Kecamatan Lubuk Pinang mengatakan, saat ini tanaman padi dipetak tanam sebagian besar petani sudah hampir panen. Dengan varietas bibit padi yang dipilih petani berbagai jenis, seperti pandan wangi, ciherang bogor, inpari dan lainnya. Jika tidak ada halangan kemungkinan akhir bulan Juni 2024 nanti seluruh petani mulai memasuki masa panen, “Kita sekarang sudah melewati , masa perawatan, memupuk dan membasmi hama, setelah kita panen tentu akan persiapan untuk menanam kembali,”ujarnya.

Lanjutnya, tentunya petani berharap agar ketersediaan air dari irigasi cukup dan bisa merata ke seluruh lahan. Sehingga tidak ada lahan persawahan yang tidak kebagian air, pada saat MT II diawal Juli mendatang. Selain itu, semoga hasil panen nantinya bisa maksimal. Bahkan kalau bisa lebih banyak dari hasil panen tahun lalu.

“Harapan kita semoga air masih tetap lancar karena sawah sangat butuh air. Kemudian tidak ada ledakan hama yang menyerang padi. Serta pupuk subsidi tetap mudah didapatkan, sebab hasil panen padi ini juga depengaruhi oleh perawatan seperti pemupukan. Terkahir pastinya harapan petani harga gabah masih tetap tinggi seperti saat ini menyentuh Rp 7 ribu perkg pada panen raya nantinya,”tandasnya. (rjh)

Posted in

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 0
  • 0
  • 54,554
  • 19,310