Seringnya Muncul Harimau, Warga Diminta Hentikan Pengrusakan Hutan

195 views

Share :

harimau-sumatrajpg-20220707025512 (1)

MUKOMUKO, MMUNOL.COM – Berkaitan dengan adanya kemunculan jejak harimau di sekitaran pemukiman warga Desa Gajah Makmur dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Lubuk Talang Kecamatan Malin Deman beberapa waktu terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu akan melakukan tindakan pengusiran beberapa ekor harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)) yang masih berkeliaran, tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari, pads Jumat, 28/97/2023.

Kemunculan Harimau di dekat pemukiman warga di wilayah tersebut bukan sesuatu yang baru, bahkan beberapa waktu yang lalu ada warga dengan santainya menyaksikan Harimau tersebut menyantap sapi milik warga desa, tentu hal ini terjadi karena ada sebab dan akibat.

“Harimau ini habitatnya di hutan, dan memiliki sifat soliter, tidak akan ada harimau di tengah pemukiman, kalau pemukiman tersebut tidak berada di teritorialnya, ” kata Said

Said menambahkan, masih tetap sama dalam kasus kemunculan Harimau kali ini. Tindakan yang akan dilakukan bersifat pengusiran saja, tidak dilakukan penangkapan dengan asumsi Harimau akan dipindahkan. Sebab jika hal tersebut terjadi maka kerusakan ekosistem semakin akan mengkhawatirkan. Untuk wilayah Desa Gajah Makmur dan UPT Lubuk Talang ini bersinggungan langsung dengan Hutan Produksi (HP) Air Rami, saat ini hampir 70 persen kawasan hutan tersebut telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit oleh warga. Sehingga membuat satwa yang hidup di dalam kawasan tersebut kekurangan makanan dan harus mencari ke makanan keluar habitatnya.

“Untuk wilayah tersebut diperkirakan ada dua ekor harimau yang terus bergerak dan berpindah dalam home range antara satu wilayah ke wilayah lain. Dalam proses inilah yang terkadang terjadi gesekan dengan warga, ”ujarnya.

Lanjutnya, konflik antara manusia dan binatang buas tidak akan terjadi dan berhenti selagi masih dilakukan pengrusakan hutan secara masif dan lemahnya perhatian berbagai pihak tentang tempat habitat hewan tersebut tinggal. Maka dari itu dibutuhkan kesadaran.

“Kami sudah sampaikan kepada Pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk menjaga dan tidak membuka garapan lagi. Karena Harimau ini hewan soliter tidak akan menggangu manusia jika manusia tidak menganggu tempat tinggalnya. ” tegasnya.

Said juga menyampaikan, dalam hal ini pemangku kawasan, diharapkan juga dapat memberi dampingan dan pembinaan, agar masyarakat penyanggah kawasan mengerti pentingnya hutan untuk makhluk hidup, dan sangat perlu dilestarikan. Namun jika dibiarkan secara terus menerus dapat dipastikan hutan beserta isinya akan tinggal nama. (rjh)

Posted in

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 0
  • 0
  • 51,647
  • 17,346