Saturday, 29 March 2025
02:41 AM
MMUNOL.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah baru saja menandatangani Nota Kesepahaman dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, pada Jumat, 21 Maret. Dalam acara tersebut, hadir Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar, bersama dengan jajaran pejabat dari kedua instansi.
BACA JUGA : Perkuat Mitigasi Dan Penanggulangan Resiko Di Lingkungan Pendidikan, Guru Diminta Menjadi Garda Terdepan
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Kemendikdasmen, yang didasarkan pada amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi ini menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Ia menambahkan bahwa tujuan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat.
TONTON JUGA OFFICIAL YOUTUBE CHANNEL MMUNOLCOM : https://www.youtube.com/@mmunol
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, agama, atau kondisi fisik mereka. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi,” ungkap Mu’ti di Jakarta.
Menteri Mu’ti juga menekankan bahwa keberhasilan program Kementerian tidak lepas dari dukungan semua pihak. “Kami optimis bahwa program-program yang kami laksanakan di Kementerian akan berjalan dengan baik di masyarakat. Dukungan dari para ulama memiliki peran yang sangat penting,” katanya.
Prinsip dasar dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi semua adalah menyediakan layanan pendidikan yang merata. Kemendikdasmen bertekad untuk memastikan semua anak Indonesia, baik yang tinggal di kota maupun di desa terpencil, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan yang berkualitas. Ini mencakup pengembangan sekolah di daerah tertinggal, penyediaan program pendidikan jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi kesenjangan geografis dan sosial. Dengan cara ini, setiap anak dapat mendapatkan pendidikan tanpa terhalang oleh tempat tinggal atau kondisi sosial-ekonomi mereka.
Sekretaris Jenderal Suharti menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengkoordinasikan dan menyinergikan pelaksanaan tugas antara kedua pihak demi memberikan layanan pendidikan berkualitas.
“Kerja sama ini mencakup pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembangunan karakter dan soft skills, serta pendampingan kepada masyarakat dalam penyebaran informasi pendidikan,” papar Suharti.
Sementara itu, Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar, menyatakan bahwa penandatanganan ini sejalan dengan tugas dan fungsi MUI sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada umat. Ia juga menyebutkan bahwa MUI tidak bisa bekerja sendiri.
“Nota kesepahaman ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Kerja sama ini krusial karena peradaban manusia dan Islam dimulai dari ilmu. Jika kita ingin sukses, harus diawali dengan pendidikan yang baik untuk meningkatkan kualitas manusia,” ungkap Anwar.
Anwar menutup sambutannya dengan harapan agar nota kesepahaman ini dapat berlanjut dalam bentuk upaya strategis yang intens dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu dan berkualitas dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Selanjutnya, Nota Kesepahaman ini akan diikuti dengan perjanjian kerja sama yang lebih konkrit, sehingga dapat segera diimplementasikan dan menciptakan sinergi dengan semangat kolaborasi antara kedua belah pihak untuk memajukan layanan pendidikan berkualitas untuk semua.
Posted in Pendidikan
This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.