Guna Percepatan Pencegahan Stunting, Dinkes Mukomuko Ajak Sekolah Berkolaborasi

159 views

Share :

siklusjpg-20211005085128 (1)

MUKOMUKO, MMUNOL.COM – Guna percepatan negara kita menjadi negara maju di 2045, dibutuhkan kualitas SDM yang kuat, salah satu yang gaungkan oleh President Jokowi adalah pencegahan Stunting, tidal luput dengan di kabupaten Mukomuko, Sampai dengan saat ini pencegahan stunting terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko dari hulu hingga ke hilir. Dalam upaya mencegah stunting sejak dini ini Dinkes Mukomuko meminta kepada semua satuan pendidikan SMP dan SMA sederajat yang ada di Mukomuko kembali menggalakkan gerakan nasional aksi bergizi. Sebab pencegahan stunting ini harus dilakukan dengan menyehatkan terlebih dahulu usia remaja, sehingga pada saat memasuki masa produktif untuk berproduksi dapat melahirkan bayi yang sehat serta terhindar dari gejala stunting. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko Bustam Bustomo S.KM pads Selasa,1/8/2023.

Untuk Pilot Projek telah dilakukan Dinkes beberapa waktu yang lalu, dengan menyelenggarakan senam bersama, sarapan bergizi dan pemberian vitamin penambah darah bagi siswi di salah satu SMA yang ada di Mukomuko. Yang diharapkan kegiatan yang sama dapat dilakukan setiap sekolah minimal dua kali dalam satu bulan.

“Penting bagi kita dalam pencegahan Stunting ini harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab jika pencegahan hanya akan dilakukan pada usia reproduksi hal tersebut bukan pencegahan tapi penanggulangan. Maka dari itu segala sesuatu harus kita persiapkan sejak dini. ” sampainya.

Sementara itu koordinator promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Iwan S.Km menambahkan, aksi bergizi ini bagian dari program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Persiapan calon ibu agar tidak melahirkan bayi yang mengalami kekurangan gizi ini harus dilakukan sejak dini, selain pemberian makanan bergizi dengan total 2000 kalori perhari, dan olahraga, remaja putri ini juga diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) sebab remaja putri ini akan mengalami menstruasi yang sebenarnya harus mendapatkan perlakuan asupan gizi dan penambah darah. Namun selama ini hal tersebut jarang menjadi perhatian.

Siswi yang lagi masa-masa pertumbuhan ini juga kami berikan edukasi. Mereka diharuskan mengkonsumsi makanan bergizi yang seimbang, setidaknya butuh 700 kalori hingga 2000 kalori sehari. Kemudian rutin mengkonsumsi TTD untuk membantu memperlancar proses menstruasinya. ” jelasnya.

Lanjutnya, untuk siswi perempuan yang lagi masa pertumbuhan dianjurkan mengkonsumsi TTD minimal dua kali dalam satu bulan. Untuk upaya pencegahan terjadinya penyakit anemia atau kekurangan darah. TTD ini bisa didapatkan melalui Puskesmas terdekat secara gratis.

“Pencegahan stunting ini harus dilakukan sejak dini, dimulai dari usia remaja, tentunya semua bisa tercapai karena adanya dukungan dari berbagai pihak. ” tandasnya. (rjh)

Posted in

Berita Lainnya

Berita Terbaru

webad_pasang-iklan

Video

Video

Terbaru
Populer

This is tab content. Click to edit this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Teknologi

Visitor

  • 1
  • 1
  • 52,875
  • 18,160